Social Icons

Pages

Jumat, 13 Desember 2013

CARA BUDIDAYA TANAMAN KENTANG YANG BENAR

2.2 Varietas Kentang
2.2.1 Kentang Kuning
CARA BUDIDAYA TANAMAN KENTANG YANG BENAR
CARA BUDIDAYA TANAMAN KENTANG YANCARA BUDIDAYA TANAMAN KENTANG YANG BENARG BENAR
1. Granola
Jenis ini merupakan varietas unggul, karena produktivitasnya
bisa mencapai 30 – 35 ton per hektar. Granola juga tahan terhadap
penyakit kentang pada umumnya. Bila varietas lain kerusakan akibat
penyakit bisa 30%, granola hanya 10%. Umur panen normal adalah 90
hari, meskipun 80 hari sudah bisa dipanen. Warna kulit dan daging
umbi kuning dan bentuknya relatif lonjong alias oval
2. Cipanas
Merupakan varietas hasil persilangan Thung 1510 dengan
Desiree. Kulit umbi dan daging umbi berwarna kuning. Mampu
berproduksi sampai 34 ton per hektar. Namun, varietas ini agak peka
terhadap Nematoda Meloidogyne Sp dan serangan layu bakteri
pseudomonas Solanacearum. Namun tahan terhadap penyakit busuk
oleh cendawan phytophthora infestans (late blight, hawar daun). Umur
panen 95 – 105 hari jadi lebih lama dibandingkan granola.
3. Cosima
Varietas ini introduksi dari Jerman, agak tahan terhadap
penyakit Phytophthora infestans dan layu bakteri Pseudomonas
Solanacearum, sedikit peka terhadap virus daun menggulung. Serta
cukup tahan terhadap Nematoda Meloidogyne Sp. Di Pengalengan dan
Lembang (Jawa Barat) Cosima lebih tahan hujan dibandingkan dengan
Catella. Umur panennya 101 hari. Daya hasilnya antara 15 – 25 ton.
Umbinya agak berpipih, kurang seragam, mata agak dalam, umbinya
enak dan pulen, tetapi kurang baik untuk digoreng.
4. Segunung
Merupakan varietas hasil persilangan kentang Thung 151 C dan
desiree. Umbi berbentuk bulat lonjong. Kulit dan daging umbi kuning.
Potensi hasilnya bisa mencapai 25 ton / hektar. Sangat baik ditanam di
daerah berdataran tinggi. Tanaman cukup tahan terhadap penyakit
busuk daun atau nawar daun atau late blight
5. Thung
Umbi berbentuk bulat gepeng. Kulitnya berwarna kuning.
Dagingnya putih kekuning-kuningan. Bobot rata-rata 55,5 gram dan
mempunyai keseragaman umbi. Tanaman peka terhadap penyakit dan
hama
6. Catella
Termasuk kentang yang umurnya genjah (pendek). Seperti
granola dimana umur 100 hari sudah bisa di panen. Umbinya bulat,
daging umbi kuning. Kandungan patinya sedang. Namun, tanaman ini
tidak tahan penyakit busuk daun.
7. Agria
Kentang introduksi dari Belanda. Umbinya besar seperti umbi
ketelah rambat. Kuning umbi kuning, daging umbi kuning tua.
Tanaman tahan penyakit virus PUY, penyakit busuk daun dan umbi
juga tanam serangan nematoda serta keropeng. Varietas agria
direkomentasikan sebagai varietas yang cocok untuk keripik dan
kentang goreng.
2.2.2 Kentang Putih
1. Marita
Umbi berbentuk bulat gepeng, seragam dan bobot tanaman
ratanya 43,3 gram. Varietas yang ditanam di lembang dan Cianjur
cukup tanam penyakit. Umbinya terasa enak dan warna daging umbi
putih kekuning-kuningan
2. Diamant
Produktivitasnya tergolong tinggi. Bentuk umbi oval sampai
oval memanjang. Kulit umbi berwarna putih, daging umbi putih
kekuning-kuningan. Tanaman tahan penyakit busuk daun. Kulit umbi
dan penyakit virus A. Selain itu, tahan juga terhaap nematoda biotipe A.
2.2.3 Kentang Merah
1. Desiree
Merupakan hasil persilangan kentang Urgenta dan Depesche.
Umur panennya 100 hari, produktivitasnya tinggi. Bentuk umbi oval
bulat sampai oval, kulit umbi berwarna merah, daging umbi kuning
kemerahan. Tanaman peka terhadap penyakit busuk daun, penyakit layu
dan penyakit virus PLRV (daun menggulung)
2. Kondor
Varietas yang diintorduksi dari Belanda. Umbinya besar mirip
ubi jalar. Kulit umbi merah tetapi daging umbi kuning terang. Bentuk
umbi oval atau lonjong. Produksinya tinggi, tahan penyakit virus PVY
Penggulung daun, penyakit busuk daun dan penyakit umbi.
2.2.4 Varietas lain
1. Draga
Umbi berbentuk bulat gepeng, seragam dan warna dagingnya
seperti marifa, (putih kekuning-kuningan). Bobot umbi rata-rata 71,4
gram. Tahan penyakit tetapi peka serangan hama.
2. Cardinal dan Premiere
Cardinal memiliki produksi yang lebih rendah dibanding
premiere, tapi memiliki kadar gula yang tinggi.
3. Alpha
Varietas hasil persilangan antara varietas Paulkruger dan
Preferent.
4. Kentang Industri
Kentang ini berkadar pati tinggi contohnya :
a. Atlante, Frying Potatos
b. Pinky, Pink Skin Golden Potatos
c. Dawmore
d. Kentang Panjang
e. Kentang Bulat.
2.3 Memilih dan Menyiapkan Lahan
2.3.1 Syarat Tumbuh
Tanaman kentang tergolong jenis tanaman yang tidak bisa tumbuh
dari sembaran tempat. Oleh karena itu, jika ingin sukses dan meraih
keuntungan besar, termasuk mengurangi kerugian atau kegagalan, harus
memperhatikan yang disenangi tanaman ini. Berikut ini beberapa faktor
lingkungan yang dijadikan syarat tumbuh tanaman kentang.
1. Suhu
Kentang dapat tumbuh di daerah tropis tapi tetap saja
membutuhkan daerah berhawa dingin atau sejuk. Suhu udara ideal
untuk kentang berkisar antara 150 – 180C pada malam hari dan 24 – 30
0C di siang hari.
2. Ketinggian
Kentang dapat tumbuh subur di tempat-tepat yang sukup tinggi.
Seperti di daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 500 – 3000
mdpl. Namun tempat yang ideal berkisar antara 1000 – 1300 mdpl.
Kentang yang ditanam di ketinggian kurang dari 1000 mdpl biasanya
kecil-kecil, seperti kentang yang ditanam di Batu, Malang, Jawa Timur,
yang mempunyai ketinggian sekitar 800 mdpl.
3. Curah hujan
Curah hujan juga berpengaruh terhadap tanaman kentang. Curah
hujan yang agak tepat bila besarnya kira-kira 1500 mm per tahun.
Hujan yang turun dapat secara terus-menerus sepanjang hari atau
terputus-putus pada hari tertentu saja.
4. Angin
Angin ternyata juga berpengaruh terhadap kentang. Angin yang
terlalu kencang kurang baik untuk tumbuhan berumbi. Pasalnya angin
keras bisa merusak tanaman, dapat mempercepat penularan penyakit
dan vektor penyebar bibit penyakit mudah terbawa keman-mana.
2.3.2 Persiapan lahan
Lahan untuk bertanam kentang harus tanah yang gembur atau
sedikit mengandung pasir agar mudah diserapi air dan mengandung humus
yang tinggi.
1. Penggemburan
Tanah untuk penanaman kentang pada umumnya dibajak
terlebih dahulu, yang kemudian setelah beberapa hari siap untuk
dicangkuli agar tanah menjadi remah dan gembur. Setelah beberapa hari
tanah kembali dibajak dan dicangkuli. Jadi tanah untuk kentang
memerlukan dua kali pembajakan dan pencangkulan.
2. Membuat Guludan
Guludan secara definitif adalah tanah yang permukaannya
ditinggikan. Pekerjaan meninggikan permukaan itu dilakukan sambil
menggemburkan tanah ( disekitar tanaman ) dengan maksud agar erasi
udara dalam tanah menjadi baik.
3. Pupuk Dasar
Pupuk dasar adalah pupuk yang diberikan sebelum penanaman
dilakukan. Pupuk ini bisa berupa pupuk organik. Untuk jenis pupuk
kandang misalnya berasal dari sapi atau domba. Begitu ula pupuk
kompos bisa berasal dari tanaman jagung, rumput, atau sampah
dedaunan. Selain pupuk organik, pupuk dasar juga berupa anorganik
(pupuk buatan).
4. Jarak dan Lubang tanam
Kalau bibitnya seukuran telur bebek, jarak tanamnya 35 cm. jika
bibitnya seukuran telur ayam, jaraknya 25 cm. Sedangkan ukuran
guludannya antara 75 cm – 80 cm atau lebih idealnya minimal 100 cm
untuk dua barisan. Kemudian untuk tinggi guludan sedalam bajakan
( 30 – 40 cm ) atau sedalam cangkulan ( 20 – 30 cm ). Lubang tanaman
posisinya “pas di tengah-tengah” guludan.
catatan :
o = Tanaman
(a) dan (c) = Guludan
b = Jarak antar guludan
untuk saluran got
(d) = Jarak tanaman /
lubang tanaman dari
pingiran gluduan
(e) = Jarak antar barisan
tanaman
2.4 Penanaman Bibit Kentang
2.4.1 Penyiapan Bibit
Bibit kentang adalah bagian tanaman berupa umbi dan bukan biji
botani. Umbi yang akan ditanam perlu diseleksi dulu, dipilih yang sehat
dan berasal dari tanaman yang bebas hama dan penyakit.
1. Pembenihan Kentang
Jika ukuran kentang 30 – 60 gram tunasnya akan keluar sekitar
3 bulan 7 hari setelah disimpan digudang yang terang sedangkan bibit
ukuran 10 – 30 gram keluar tunasnya sekitar 4 bulan. Namun, benih
yang baik digunakan untuk pembibitan seukuran telur ayam sampai
telur bebek dengan bobot antara 30 – 80 gram. Benih yang siap tanam
jika panjang tunas antara 2 – 3 cm dan jumlahnya 3 – 5 tunas.
2.4.2 Penanaman Bibit
Penanaman dilakukan seminggu setelah lahan disiapkan, berikut
langkah-langkah penanaman kentang sebagai berikut :
1. Lubang tanam disiapkan dengan kedalaman seukuran bibit atau
kira-kira 7,5 – 10 cm. Lubang tanam jangan terlalu dalam karena dapat
menurunkan bobot produksi.
2. Setelah itu, bibit ditanam. Bibit yang ditanam harus sudah
tumbuh tunasnya sekitar 2 – 3 cm. Bibit ditanam dengan posisi tunas
yang tumbuhnya paling baik menghadap ke atas.
3. Kemudian, bibit ditimbun hingga batas mata tunas ( tunas yang
tumbuh berada di atas permukaan ).
4. Tunas yang tumbuh di atas permukaan tanah disemprot dengan
pestisida untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Dosis pestisida
yang digunakan petani per satu hektar 400 – 600 liter larutan.
2.5 Pemeliharaan Tanaman Kentang (Tolong jangan sampai pisah dengan yang
diatas)
2.5.1 Pemupukan
Yang perlu dicatat bahwa ada yang memberikan pupuk urea, ZA,
TSP, KCL, NPK, dan pupuk-pupuk lainnya dilakukan 20 hari sekali,
dengan pertimbangan sebagai berikut :
1. Setelah tanaman berumur 20 – 30 hari sejak bibit ditanam, mulai
ada pembentukan umbi dan pada umur ini tanaman diberi pupuk NPK.
2. Umur 40 – 50 hari, tanaman diberi pupuk yang kandungan HPnya
tinggi.
3. Umur 60 hari, tanaman diberi pupuk yang kandungan PK-nya
tinggi.
4. Umur 90 – 100 hari, tanaman diberi pupuk yang kandungan HPnya
tinggi.
Tabel Jenis dan Takaran Pupuk
Waktu
Pemupukan
Pupuk
Organik
Pupuk Anorganik
Urea TSP/SP-36 KU ZA
Kilogram per hektar
1. pup
uk Dasar
(rata-rata)
2. Sus
ulan I
3. Sus
ulan II (35-
42 HST)
20.000
00
225
0
55 – 220
300
00
100
0
50
150
00
Catatan : HST = Hari setelah tanam; Sumber: Vademikum Agribisnis sayuran.
Direktorat Bina Produksi Holtikultura, Direktorat Jendral Tanaman Pangan dan
Holtikultura, Departemen Pertanian RI.Jakarta.1998.
a.
Pupuk Dasar
( rata-rata )
b. Susulan I
(21 HST)
c. Susulan II
(45 HST)
a. Saat
pengelolahan /
pembuatan guludan /
campur merata :
5000 – 10000
b. Seming
gu sebelum tanam : 5000
- 10000
0
0
200
100
150
200
250
0
75
150
75
0
100
Catatan : (*) HST=hari setelah tanam; Sumber: Petani kentang di Pangalengan;
(*) takaran yang lebih lengkap dapat diliat pada lampiran. Adanya variasi
pemberian itu karena kondisi tanah berbeda, seperti kesuburan tanah, PH tanah
dan struktur tanahnya.
2.5.2 Penyiangan
Penyiangan atau pembersihan rumput dan gulma dilakukan pada
saat pemupukan susulan I ( 20-an HST ) dan susulan II ( 40-an HST ) atau
pada saat tanaman berumur sekitar 30 hari dan 50 hari. Penyiangan tidak
hanya memberantas gulma saja, tetapi juga membetulkan saluran air.
2.5.3 Pembubunan
Pembubunan dilakukan bersama dengan penyiangan. Pembubunan
dilakukan dengan mempertinggi permukaan tanah di sekitar tanaman agar
lebih tinggi dari tanah disekelilingnya. Tujuannya agar perakaran tanaman
akan menjadi lebih baik, menghindarkan umbi kentang dari sinar matahari
sehingga racun sosalin yang ada dalam umbi kentang yang membahayakan
kesehatan, tidak akan muncul. Racun ini akan timbul bila umbi terkena
sinar matahari.
2.5.4 Pengendalian Yang Lain
Pengendalian yang lain ikut berperan dalam produktivitasnya dan
kualitas umbi adalah sebagai berikut :
 Pada umur 25 – 30 hari, tanaman kentang mulai mengeluarkan
bunga. Oleh karena itu, sebelum mekar, bunga segera dibuang agar
umbi tidak tumbuh kecil-kecil.
 Penyiraman tidak boleh terlampau banyak air berlebih bisa
menghentikan pertumbuhan umbi. Jadi penyiramannya cukup membuat
permukaan tanah basah.
 Kalau menanam kentang pada musim kemarau. Dalam satu
periode / musim tanam, penyiraman dilakukan 16 kali atau 20 hari
sebelum panen, penyiraman harus dihentikan.
 Dilakukan penyemprotan terhadap tanaman secara merata
keseluruhan bagian tanaman sampai bagian tanaman yang disebelah
bawah.
2.6 Hama dan Penyakit
2.6.1 Hama dan Pengendalian
2.6.1.1 Hama Aro
Nama lainnya laneng, laler atau uler batik. Hama ini sejenis
lalat daun.
1. Gejala
Daun berlubang-lubang kecil. Setelah telur menetas akan
menyorok ke dalam daun bahkan sampai ke tulang daun.
Biasanya datang saat berumur 20 – 35 hari dan berlanjut.
2. Pengendalian
· Menanam bibit yang sehat.
· Menanam tanaman perangkap yang bunganya berwana
kuning. Ditanam dua minggu sebelum HST.
· Daun / bagian tanaman kentang yang sudah diserang
diambil dan dibakar.
· Dilakukan penyemprotan insektisida setelah tanaman
berumur 30 – 40 hari.
2.6.1.2 Kutu Daun (Aphididax)
1. Gejala
Daun yang diserang akan keriput, berkerut-kerut karena
cairannya dihisap. Tanaman tumbuh kerdil, warna daunnya
kekuning-kuningan dan terpuntir dan menggulung, kemudian
layu dan akhirnya tanaman tidak hanya terhambat
pertumbuhannya melainkan bisa juga mati.
2. Pengendalian
· Membakar bagian tanaman yang diserang.
· Memasang kain kasa di lahan pertanaman kentang.
· Memesang perangkat air berwarna kuning.
2.6.1.3 Hama lain
1. Ulat Penggulung daun
Gejalanya warna daun menjadi merah tua. Daun-daun
menggulung dan berisi larva. Cara pengendaliannya sebagai
berikut :
· Hindari penanaman kentang pada musim kemarau.
· Hindari keretakan tanah karena larva akan merusak
umbi.
· Sering melakukan pembubunan.
2. Ulat Tanah
Gejalanya daun tanaman yang diserang tampak terbelahbelah.
Batang dan tangkai karena dipotong dan dikerat……….?.
Cara pengendalian sebagai berikut :
· Melakukan pengelolahan tanah yang dalam.
· Mehilangkan rumput atau tanaman lain.
· Hindari pula lahan pertanaman kentang dari tanaman
inang.
3. Ulat Bawang
Gejala yang terjadi daunnya berlubang-lubang, daun
tanaman berongga, tampak ada alur berwarna putih.
4. Ulat Jengkal
Menyerang buah dan memakan daun. Dan cara
pengendalian sebagai berikut :
· Hindarkan tanaman kentang dari tanaman inang.
· Sering melakukan pembubunan.
5. Epilachma SP
Mulai menyerang dengan membuat semacam jendela
pada permukaan daun. Cara pengendalian sebagai berikut :
· Hindari penanaman kentang pada musim kemarau.
· Hindari keretakan tanah.
· Sering melakukan pembubunan.
6. Anjing Tanah
Membuat umbi yang sudah tua berlubang-lubang dan
lalu busuk. Cara pengendaliannya sebagai berikut :
· Membumbun tanah disekitar tanaman.
· Menyirami tanah disekitar tanaman.
2.6.2 Penyakit
2.6.1 Penyakit Hawar Daun
Gejalanya daun berbercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu
dan agak basah, lalu berubah menjadi coklat sampai hitam. Dan cara
pengendalian sebagai berikut :
· Membuang dan membakar
tanaman yang sakit.
· Mengatur waktu tanam.
· Lahan yang sudah pernah
tercemar penyakit selama beberapa kali musim agar tidak
ditanami.
2.6.2 Penyakit Layu
1. Layu Bakteri
Gejalanya berawal dari bakteri yang masuk ke dalam
tanaman melalui akar yang terluka dan menyerang umbi. Berikut
cara pengendaliannya :
· Membuang tanaman yang
sudah terinfeksi dan membakarnya.
· Lahan pertanaman kentang
harus jauh dari pertanaman pisang, tomat, cabai, dan kacangkacangan.
· Lahan harus mempunyai
drainase yang baik.
· Layu Fusarium
Penyakit ini masuk melalui luka atau jaringan bercak.
Lama kelamaan umbi menjadi kering keriput, bertepung dan
keras. Cara pengendalian sebagai berikut :
· Gudang penyimpanan bebas
dari penyakit sebelum digunakan.
· Melukakan penyairan tanaman
yang bukan tanaman terung-terungan.
2.7 Panen
2.7.1 Umur Panen
Untuk menanam umbi, untuk benih atau bibit dibutuhkan umurnya
70 – 75 HST. Hal-hal yang perlu diperhatikan.
1. Tanaman bagian atas ( daun dan
batang ) mengering / menguning secara merata. Tapi belum bisa
dipanen. Untuk itu tanaman dibiarkan dulu sampai bagian atas tanaman
menjadi kering semuanya. Lama proses pengeringan sekitar 7 – 15 hari
( sejak tanaman mulai mengering ). Atau pada umur 70 – 85 HST,
tanaman dipangkas tapi umbi kentang tetap dibiarkan di dalam tanah.
2. Dilakukan penyemprotan pestisida
setelah pemangkasan tapi dengan tujuan umbi kentang digunakan
untuk bibit.
3. Tapi kalau dengan tujuan untuk
dikonsumsi. Setelah dipangkas, lalu ditutup tanah lagi agar tidak
terkena sinar matahari.
2.7.2 Cara Panen
Pemanenan bisa menggunakan garu atau skrop, cangkul. Tanah
disekitar umbi digemburkan secara hati-hati agar tidak melukai umbi.
Setelah guludan roboh umbi diangkat dan diangin-anginkan agar kulit umbi
menjadi kering dan kotoran tanah akan terlepas.
2.8 Pasca Panen
2.8.1 Seleksi Mutu
Jika dibutuhkan untuk bibit umbi haruslah yang sehat, bermutu
super, mempunyai 3 – 5 mata tunas, dan bobotnya 80 – 100 gram atau
sebesar telur ayam, banyaknya mata tunas dapat menentukan jumlah
rumputan tanaman. Tapi jika untuk konsumsi kentang yang umbinya
kuning, permukaannya halus, penampakannya cerah, serta bermata dangkal.
2.8.2 Seleksi Ulang
Kentang diangin-anginkandi ruangan terbuka cukup 2 hari atau
paling lam 5 – 7 hari, biasanya kentang yang diserang hama akan tampak
diperiode ini.
2.8.3 Hasil Panen
Secara nasional dalam kisaran 82,00 – 160,38 Kw/hektar. Tapi
secara statistik perolehan 72,00 – 230,00 Kw/hektar
2.8.4 Penyimpanan
Kentang konsumsi dimasukkan dalam kantong-kantong plastik.
Untuk kentang bibit dimasukkan ke dalam keranjang-keranjang bambu
kemudian gudang dilapisi plastik atau diberi ganjal kayu sebelum
dimasukkan ke kantong atau keranjang, umbi kentang harus bersih dari
tanah

Selasa, 10 Desember 2013

ekoomi mikro

MAKALAH PASAR OLIGOPOLI



PASAR OLIGOPOLY
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyakat, baik masyarakat yang berada dikalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas. Pasar juga merupakan proses hubungan timbal antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga dan jumlah suatu barang/jasa yang diperjualbelikan. Pasar merupakan perwujudan dari kegiatan ekonomi,pasar muncul karena pemenuhan akan kebutuhan semakin beragam.Pada awalnya dikenal dengan sistem barter disini melakukan pertukaran barang dengan barang lain,dari sini pasar terus berkembang dengan pesatnya sampai sekarang berbagai jenis pasar bermunculan dengan celah-celah ekonomi berdasarkan permintaan pasar. Dalam perkembangannya kita kenal pasar oligopoli sebagai bentuk bagian dari pasar saat ini.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pasar Oligopoli
            Istilah Oligopoli berasal dari bahasa Yunani,  yaitu: Oligos Polein  yang berarti: yang menjual sedikit atau beberapa penjual. Beberapa penjual dalam konteks ini, maksudnya di mana penawaran satu jenis barang di kuasai oleh beberapa perusahaan, beberapa dapat berarti paling sedikit 2 dan paling banyak 10 atau 15 perusahaan. Teori oligopoli memiliki sejarah yang cukup panjang. Istilah oligopoly pertama kali digunakan oleh Sir Thomas Moore dalam karyanya pada tahun1916, yaitu “Utopia” 11. Dalam karya tersebut dikatakan bahwa harga tidak harus berada pada tingkat kompetisi ketika perusahaan di pasar lebih dari satu.Sedangkan Teori Oligopoli pertama kali diformalkan oleh Augustin Cournot pada tahun 1838 melalui karyanya “Researches sur les priciples mathematiques de la theorie des richesses”. Lima puluh tahun kemudian, teori tersebut dibantah oleh Bertrand . Meskipun menuai banyak kritik, namun hingga kini teori Cournot tetap dianggap sebagai benchmark bagi teori-teori oligopoli lainnya. Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Pasar Oligopoli adalah suatu pasar dimana terdapat beberapa produsen yang menghasilkan barang-barang yang saling bersaingan. Ini merupakan sifat utama dari pasar oligopoli Pasar Oligopoli merupakan salah satu jenis dari pasar persaingan tidak sempurna. Dimana pasar Oligopoli merupakan pasar yang hanya terdapat beberapa perusahaan atau penjual yang memproduksi barang sejenis
Faktor-faktor Penyebab terbentuknya Pasar Oligopoli
a. Efisiensi Skala Besar
Efisiensi skala besar di dalam efisiensi teknis (teknologi) dan efisiensi ekonomi (biaya produksi). Profit hanya bisa tercipta apabila perusahaan mampu mencapai tingkat efisiensi. Efisiensi teknis menyangkut pada penggunaan teknologi dalam proses produksi. Kemampuan produsen dalam menempatkan sumber daya secara optimal. Efisiensi ekonomi menyangkut pada biaya produksi. Bagaimana mengatur biaya pada komposisi yang tepat sehingga harga yang dipasarkan merupakan harga yang bisa diterima pasar dan produsen.  Kompleksitas manajemen (tingkat kerumitan). Tingkat kerumitan dalam manajemen pengelolaan di suatu perusahaan. Dalam dunia nyata, perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri mobil, semen, kertas, pupuk, dan peralatan mesin, umumnya berstruktur oligopoly Tekhnologi padat modal (capital intensive) yang dibutuhkan dalam proses produksi menyebabkan efisiensi (biaya rata-rata minimum) baru tercapai bila output diproduksi dalam skala sangat besar. Keadaan diatas merupakan hambatan untuk masuk (barriers to entry) bagi perusahaan pesaing. Tidak mengherankan jika dalam pasar oligopoly hanya terdapat sedikit produsen.
b. Kompleksitas Manajemen
Berbeda dengan tiga struktur pasar lainnya (persaingan sempurna, monopoli,dan pasar monopolistik), struktur pasar oligopoli ditandai dengan kompetisi harga dan non harga. Perusahaan juga harus cermat memperhitungkan setiap keputusan agar tidak menimbulkan reaksi yang merugikan dari perusahaan pesaing. Karena dalam industri oligopoli, kemampuan keungan yang besar saja tidak cukup sebagai modal untuk bertahan dalam industri. Perusahaan juga harus mempunyai kemampuan manajemen yang sangat baik agar mampu bertahan dalam struktur industry yang persaingannya lebih kompleks. Tidak banyak perusahaan yang memilki kemampuan tersebut, sehingga dalam pasar oligopoli akhirnya hanya terdapat sedikit produsen.
2.3  Ciri – Ciri Pasar Oligopoly
a.     Pasar oligopoly hanya terdiri atas sekelompok kecil perusahaan. Dalam pasar oligopoly  terdapat beberapa perusahaan raksasa yang menguasai penjualan dan di samping itu pula terdapat beberapa perusahaan kecil. Para perusahaan raksasa tersebut saling memengaruhi satu sama lain. Sifat ini menyebabkan setiap perusaan harus mengambil keputusan dengan hati-hati dalam mengubah harga, bentuk barang, corak produksi dan sebagainya. Sifat saling memengaruhi (mutual interpendence) ini merupakan sifat khusus dari pasar oligopoli.
b.   Barang yang diproduksi adalah barang  yang standar atau barang yang berbeda corak atau bisa bersifat homogen, dan bisa juga berbeda, namun memenuhi standar tertentu. Barang yang diproduksi pada pasar ini ada kalanya merupakan barang yang standar misalnya pada industry penghasil barang mentah (baja dan aluminium) dan industry bahan baku (semen dan bahan bangunan). Selain itu pada pasar oligopoly juga memproduksi barang yang berbeda corak. Barang yang diproduksi adalah barang akhir seperti industry mobil, industry rokok, industry pesawat terbang, dan lain-lain.
c.    Terdapat banyak pembeli di pasar
Seperti pasar persaingan sempurna, jumlah pembeli di pasar oligopoli sangat banyak.
d.   Hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar. 
Umumnya adalah penjual-penjual (perusahaan) besar yang memiliki modal besar saja (konglomerasi). Karena ada ketergantungan dalam perusahaan tersebut untuk saling menunjang. Contoh: bakrie group memiliki pertambangan, property, dan perusahaan telefon seluler (esia)
e.  Adanya hambatan bagi pesaing baru.
Perusahaan yang telah lama dan memiliki pangsa pasar besar akan memainkan peranan untuk menghambat perusahaan yang baru masuk ke dalam pasar oligopoly tersebut.
f.  Adanya saling ketergantungan antar perusahaan (produsen).
h.  Advertensi (periklanan) sangat penting dan intensif.
     Untuk menciptakan brand image, menarik market share dan mencegah pesaing baru. Dalam pasar ini peran iklan sangat membantu peusahaan dagang karena iklan dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat atau calon pembeli, oleh karena itu iklan terbukti ampuh dalam menarik perhatian calon pembeli yang ingin memilih barang-barang , dengan mudah perusahaan membuat iklan tentang produknya dengan keunggulan -keunggulan produknya dibanding produk perusahaan lain atau perusahaan pesaing.
i.  Sulit Dimasuki Perusahaan Baru
Dalam pasar oligopoli ini mengapa dikatakan sulit dimasuki oleh perusahaan baru, karena image dari perusahaan yang sudah lama terbangun lebih kuat dengan pembeli di banding perusahaan yang baru muncul  yang menawarkan barang yang sama namun pembeli atau konsumen tidak tau kualitas dari barang-barang yang dijual perusahaan baru tersebut.
j.   Harga Jual Tidak Mudah Berubah 
 Dalam pasar oligopoli ini harga yang keluar tidak cepat naik atau turun, bisa dikatakan harga selalu stabil dan tidak mudah berubah, mungkin saja karena penjualan yang stabil terhadap suatu produk yang diluncurkan oleh suatu perusahaan sudah cukup menghasilkan keuntungan, namun apa bila tiba-tiba harga naik otomatis pembeli akan berfikir kembali untuk membeli produk ini dan bisa jadi pembeli beralih pada produk perusahaan lainya yang menjual varian yang sama namu harga lebih murah dengan kualitas yang hampir sama.
2.4  Sifat- sifat pasar oligopoly  :
Ø Harga produk yang dijual relatif sama
Ø Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
Ø Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
Ø Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
2.5  Faktor – Faktor Penghambat Pasar Oligopoli
a. Hak paten yang tidak memungkinkan perusahaan lain memproduksi barang yang sama.  
b. Modal yang di butuhkan terlalu besar, para pengusaha enggan untuk menanggung risiko yang besar.
c. Perusahaan lama telah terkenal sehingga sulit untuk tersaingi sehingga menimbulkan risiko yang besar bagi perusahaan baru.
d. Skala Ekonomis
Perusahaan yang telah lama berproduksi dan beroperasi relatif lebih memiliki kesempatan untuk menikmati skala ekonomis, karena untuk memperbesar produksinya perusahaan tersebut cukup menambah dari produksi yang sudah ada, sehingga sangat memungkinkan untuk menurunkan biaya produksi dan relatif akan mampu menjual produksinya dengan harga yang relatif lebih murah bila dibandingkan para pendatang baru.
e. Ongkos produksi yang berbeda antar perusahaan
Yang dijelaskan diatas adalah ongkos produksi per unt berbeda sebagai akibat dati tingkat (jumlah) produksi berbeda. Di samping itu ongkos produksi dapat pula berbeda pada tingkat produksi yang sama. Biasanya pada setiap tingkat produksi, ongkos produksi per unit yang harus dikeluarkan perusahaan yang baru lebih tinggi dari yang dikeluarkan perusahaan lama. Oleh karenanya perusahaan baru tidak dapat menjual baranganya semurah seperti perusahaan lama. Keadaan ini menghambat kemasukan perusahaan baru. Terdapat banyak faktor yang menimbulkan kecenderungan perpedaan ongkos produksi tersebut.
6  Kelebihan Dan Kelemahan Pasar Oligopoli
a. Kelebihan pasar oligopoli
1. Memberi kebebasan memilih bagi pembeli.
Pasar oligopoli ini sangat memberi kebebasan terhadap pemilihan produk, secara umum pembeli memperkirakan akan lebih baik membeli produk yang mana yang dibutuhkan yang mana yang mampu memenuhhi kebutuhan, jadi para pembeli tidak akan di tawarkan dengan agresif oleh perusahaan dalam pasar ini, namun pembelilah yang menentukan akan membeli produk dari perusahaan mana.
2. Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk.
Dalam pasar Oligopoli ini tentu penelitian - penelitian akan banyak terjadi ,contohnya penelitian tentang minat pembeli yang banyak membeli dari perusahaan lain di banding dengan perusahaan kita , ini merupakan penelitian untuk pengembangan produk yang perusahaan ini miliki agar dapat menarik pembeli dari perusahaan pesaing berkat keunggulan kualitas yang dimiliki.
3. Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual.
Didalam pasar Oligopoli ini kepuasan konsumen atau pembeli sangat berpengaruh karena bisa saja dengan ketidak puasannya seorang pembeli dapat membuat pembeli lain ikut tidak puas dan beralih dengan produk lain dari perusahaan yang lain pula. oleh sebab itu banyak perusahaan bersikap baik dalam halnya pelayanan dan memperhatikan kepuasan pembeli agar pembeli bersikap loyal dan dapat membeli produk perusahaan ini dengan jenjang waktu yang lama.
4. Adanya penerapan teknologi baru
Didalam pasar olihopoli ini penerapan teknologi terbaru sangatlah bermanfaat, jikateknologi yang semakin berkembang tidak diikuti oleh perusahaan bisa jadi pembeli akan membeli produk dari perusahaan lain yang memberi penerapan teknologi terbaru. oleh karena itu penerapan teknologi terbaru dapat memudahkan perusahaan untuk mengembangkan produknya agar lebih di minati.
b. Kelemahan pasar oligopoli
1. Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
Dalam pasar oligopoli ini sering kali terjadi ketimpangan distribusi pendapatan,dimana perusahaan yang besar yang sudah lama berdiri dan banyak sekali peminatnya lebih banyak mendistribusikan produk dagangnya yang mengakibatkan hasil pendapatan yang banyak pula. sedangkan perusahaan yang kurang di minati pembeli otomatis akan mendistribusikan barang dangangnya dalam jumlah yang sedikit dan memperoleh pendapatan yang kecil.
2. Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong  timbulnya inflasi
Didalam pasar oligopoli ini harga sangat bergantung, terkadang harga yang mahal itu menggambarkan kuliatas yang bagus pun belum tentu banyak peminatnya oleh karena itu perusahaan yang bekecimbung di dalam usaha ini sangat jarang menaikan harga, itupun jika naik hanya sedikit dan tidak berpengaruh terhadap minat pembeli sehingga jauh untuk terjadinya inflasi.
3. Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopolis karena semangat bersaing kurang
Didalam pasar oligopoli ini timbul pemborosan akiban biaya produksi yang besar namu pemasukan tidak seimbang ini diakibatkan perusahaan yang kurang peminat bekerjasama dengan perusahaan oligopolis lainnya yang juga kurang peminat untuk bersaing dengan perusahaan pemimpin pasar, mengapa bisa boros? karena biasanya dua perusahaan yang mempunyai satu produk kerjasama akan menimbulkan sedikit penghasilan namun biaya produksi yang sama. akibatnya biaya produksi dan penghasilan perusahaan tersebut goyan dan bisa menyebabkan pemborosan.
4. Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik  faktor produksi
Didalam pasar oligopoli ini timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi , ini dikarenakan minat pembeli yang cenderung memihak terhadap pemimpin pasar yang mengakibatkan faktor produksi perusahaan yang baru memulai eksistensinya kurang minat dari pembeli.
5. Sulit ditembus / dimasuki perusahaan baru
Didalam pasar oligopoli ini sulit untuk perusahaan lain bergabung dalam usaha karena minat pembeli yang tinggi terhadap pimpinan pasar sehingga sangat sulit untuk perusahaan baru untuk berkembang karena kurangnya peminat dari pembeli
6. Bisa berkembang ke arah monopoli perusahaan dalam pasar oligopoly
Didalam  pasar oligopoli ini bisa berkembang kearah monopoli jika sudah tidak ada yang mampu bersaing dengan pemimpin pasar, ini mengebabkan monopoli perusahaan ini berlanjut dengan menyaingin produk barang lainnya yang belum perusahaan ini kuasai. perusaaan ini berkemungkinan menyaring banyak pembeli karena produk yang lama sudah banyak peminat dan jika perusahaan ini menonopoli produknya sama dengan produk lain yang banyak di minati pembeli ,boleh jadi dengan produk terbarunya perusahaan ini dengan mudah menyaingi perusahaan lama lainnya yang memiliki produk yang belum di miliki oleh perusahaan ini.
2.7 Macam – Macam Pasar  Oligopoli
a.    Oligopoli murni adalah menjual barang yang homogen. Biasanya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan  mentah atau merupakan praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan merupakan barang yang bersifat identik
b. Oligopoli  Diferensial adalah   menjual barang berbeda corak. Barang   seperti itu umumnya adalah barang akhir atau merupakan suatu bentuk praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan dapat dibedakan.
2.8  Hubungan Antara Perusahaan-perusahaan Dalam Pasar Oligopoli
a. Oligopoli dengan kesepakatan (Collusive Oligopoly)
 Kesepakatan antara perusahaan dalam pasar oligopoli biasanya berupa kesepakatan harga dan produksi (kesepakatan ini kadang disebut sebagai “kolusi” atau “kartel”) dengan tujuan menghindari perang harga yang akan membawa kerugian bagi masing-masing perusahaan pada kondisi tertentu (contoh adalah kesepakatan produksi dan harga pada OPEC). Bentuk persepakatan ini biasanya mengatur tentang banyaknya jumlah produksi yang boleh dihasilkan oleh masing-masing perusahaan berikut dengan harganya yang sama juga. Kesepakatan dalam jumlah produksi dapat berupa pembagian secara merata, yaitu pembagian produksi yang didasarkan pada banyaknya jumlah permintaan efektif di pasar terhadap jumlah perusahaan yang menghasilkan produk yang sama
b.   Oligopoli tanpa kesepakatan (Non Collusive Oligopoly)
Persaingan antar perusahaan dalam pasar oligopoli biasanya berupa perbedaan harga dan jumlah produk yang dihasilkan. Perbedaan harga dan jumlah produksi (bisa saling berhubungan positif timbal balik) dilakukan dalam rangka ingin mendapatkan jumlah pembeli yang lebih banyak dari sebelumnya (dari pesaingnya). Terdapat beberapa hal yang mungkin terjadi dalam pasar persaingan ini sehubungan dengan tingkat harga dan jumlah produksi (produk yang dihasilkan relatif sama) yaitu sebagai berikut :
1)   Bila terdapat satu perusahaan yang mencoba memperbanyak jumlah produksinya agar harga jual produknya relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya, maka biasanya langkah ini akan diikuti oleh pesaing dengan menurunkan harga jual produknya
2)   Bila satu perusahaan mulai menurunkan harga jual produknya tanpa menambah jumlah produksinya dengan maksud untuk menguasai pangsa pasar, maka langkahnya akan diikuti oleh perusahaan lain, baik dengan cara menurunkan harganya semata atau menurunkan harga dengan cara menjual lebih banyak produknya di pasar.
3)   Bila satu perusahaan menaikkan harga jual produknya, baik dengan cara langsung pada
penurunan harga ataupun dengan cara mengurangi jumlah produksinya, maka perusahaan lain relatif tidak akan mengikutinya.
2.9 Contoh yang Berhubungan dengan Pasar Oligopoli
Industrusi transportasi udara dan TELKOM mewarisi struktur pasar monopoli-oligopoli. Kedua industri ini sangat padat moral, sehingga di masa lalu negara mengambil inisiatif dengan memprakarsai lebih dulu melalui pembentukan BUMN. Tetapi lambat laun swasta mulai masuk ke dalam pasar tersebut sehingga semakin banyak pesaing-pesaing baru yang terlibat.
Industri transportasi udara telah berhasil melakukan transformasi dari pasar monopoli menjadi pasar yang bersaing dengan tekanan pasar yang memaksa terjadinya efisiensi. Akhirnya konsumen memperoleh manfaat yang besar karena biaya transportasi udara semakin murah.
Tetapi industri telekomunikasi belum berhasil melakukan transformasi seperti itu. Telkom di dalam pasar telekomuniasi masih sangat dominan sehingga mekanisme persaingan yang sehat masih belum sepenuhnya terwujud dengan baik. Struktur pasar seperti ini masih menjadi kendala bagi efisiensi pelaku didalamnya dan masih belum berhasil menurunkan tarif telepon sampai setara dengan negara-negara lainnya. Sebagai contoh, ketika kita berada di negara AS, Australia, atau Eropa dan iseng menelepon ke Jakarta, maka carilah kartu telepon internasional. Kita dapat menelepon ke Jakarta sampai kuping panas dengan tarif sangat murah, hanya beberapa dolar saja. Ini terjadi karena pasar dibuka dan ditransformasikan menjadi pasar yang lebih bersaing dengan banyak pelaku-pelaku pasar di dalamnya.
Telkom dalam waktu cepat atau lambat akan mengalami tekanan dari publik, konsumen, media dan parlemen untuk masuk ke dalam pasar yang lebih bersaing secara sehat. Pasar telekomunikasi seluler masih bersifat oligopolis dengan tarif yang sangat mahal. Lambat laun produk-produk teknologi baru dalam bidang komunikasi ternyata memberi tekanan pada persaingan yang lebih dan semakin terbuka luas. Produk Flexi, Esia dan sejenisnya mulai memberi tekanan pada pasar seluler sehingga membuat banyak item biaya yang dikurangi. Pulsa untuk internet yang mahal mulai mendapat tekanan yang kuat dari produk-produk GPRS, yang memberikan tarif cukup murah untuk pemakai layanan internet. Jadi, dengan teknologi dan informasi yang semakin terbuka, konsumen dan masyarakat luas akan semakin mendapat akses yang lebih banyak pada pasar telekomunikasi. Pada gilirannya, harga pulsa telepon akan lebih murah. Contoh lainnya adalah masuknya Petronas dan Shell membuat praktek monopoli penjualan BBM di Indonesia berakhir. Pertamina kini memiliki pesaing. Untuk mempertahankan pasarnya Pertaminan harus dapat meningkatkan daya saing dengan melakukan inovasi, efisiensi dan efektivitas dalam kegiatan usahanya.
 
2.10 Model Oligopoli
Begitu kompleksnya situasi dalam pasar oligopoli, sehingga para ekonom mengembangkan berbagai model untuk menganalisis perilaku oligopolis. Sayangnya, tidak ada satu pun model yang dapat diterima secara umum sebagai model terbaik. Berikut ini akan disampaikan beberapa model oligopoli yang dikembangkan oleh para ekonom.
a. Model Permintaan Yang Patah (Kinked Demand Model)
Model ini dikembangkan oleh P.M. Sweezy (1939). Sweezy beranggapan bahwa kalau ada produsen dalam pasar oligopoli yang berusaha menaikkan harga maka ia akan kehilangan langganan karena tak ada produsen lainnya yang bersedia menaikkan harga. Namun sebaliknya, produsen dalam pasar oligopoli tidak dapat memperluas pasar dengan menurunkan harga sebab para pesaing akan menurunkan harga dengan tingkat yang lebih rendah lagi. Akibatnya terjadilah perang harga. Dalam hal ini para produsen dalam pasar oligopoli saling mempengaruhi pasar oligopoli tidak dapat memperluas pasar dengan menurunkan harga sebab para pesaing akan menurunkan harga dengan tingkat yang lebih rendah lagi. Akibatnya terjadilah perang harga. Dalam hal ini para produsen dalam pasar oligopoli saling mempengaruhi, tetapi tidak melakukan kolusi (kesepakatan).
b. Model Cournot (Cournot Model)
Model Cournot yang disebut juga duopoli dikembangkan oleh Augustin Cournot seorang ahli ekonomi berkebangsaan Perancis pada tahun 1838. Asumsi utama dari model ini adalah bahwa jika perusahaan telah menentukan tingkat produksinya, ,aka perusahaan tersebut tidak akan mengubahnya. Atas dasar asumsi inilah perusahaan pesaingnya akan menentukan tingkat produksinya. Dalam pasar duopoli hanya terdapat dua perusahaan yang menjual produk yang homogen, dengan demikian hanya terdapat satu harga pasar. Harga pasar ditentukan oleh keseimbangan antara jumlah total output yang dihasilkan oleh dua perusahaan dengan permintaan pasar.
a.    Model Stackelberg (Stackelberg Model)
Dalam model Stackelberg diasumsikan bahwa di pasar terdapat dua perusahaan, satu bertindak sebagai pemimpin (leader firm) dan satu perusahaan berlaku sebagai pengikut (follower). Perusahaan yang bertindak sebagai pemimpin mempunyai kewenangan untuk menentukan jumlah output yang akan dihasilkan untuk memperoleh keuntungan maksimum. Atas dasar jumlah output yang telah ditentukan oleh perusahaan pemimpin ini, perusahaan pengikut akan bereaksi sesuai dengan ketentuan pada model Cournot, yaitu menganggap bahwa perusahaan pemimpin tidak akan mengubah tingkat outputnya.
b.   Model Perusahaan Dominan (The Dominant Firm Model)
Model perusahaan dominan adalah pengembangan lebih lanjut dari model Stackelberg. Dalam model ini juga terdapat perusahaan dominan yang bertindak selaku pemimpin dasar serta perusahaan-perusahaan lain sebagai pengikut. Perbedaannya adalah bahwa perusahaan-perusahaan pengikut tidak bereaksi mengikuti model Cournut, melainkan mereka bereaksi seolah-olah mereka berada dalam pasar yang bersaing sempurna. Dengan demikian perusahaan-perusahaan pengikut bertindak sebagai penerima harga (price taker), yaitu akan menerima berapapun harga yang ditetapkan oleh perusahaan pemimpin dan akan menghasilkan output pada kondisi dimana marginal costnya sama dengan tingkat harga.
2.11 Dampak Positif dan Negatif Pasar Oligopoli
 a. Dampak Positif Pasar Oligopoli
Ø Karena keuntungan yang besar maka dapat menciptakan inovasi yang sangat berguna, bahkan lebih baik dari monopoli.
Ø Oligopolis biasanya menggunakan sebagian dari kentungan mereka untuk Penelitian dan Pengembangan sehingga memberi dampak positif bagi kemajuan teknologi
a.   Dampak Negatif Pasar Oligopoli
Ø  Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar (excess profit) yang dinikmati oleh para produsen oligopoli dalam jangka panjang.
Ø  Kemungkinan adanya ketidak efisienan produksi karena setiap produsen tidak beroperasi pada AC minimum.
Ø  Kemungkinan adanya  "eksploitasi"  terhadap konsumen  maupun  buruh  seperti  kasus  monopoli.
Ø  Ketegaran  harga (terutama ke bawah) sering dikatakan  menunjang  adanya  inflasi  yang kronis; dan  ini merugikan masyarakat secara makro
2.12  Perilaku Oligopoli
Perilaku oligopoli tidak dapat digambarkan secara menyeluruh dan umum, tetapi merupakan teori-teori khusus yang menggambarkan perilaku untuk mencapai tujuannya (kinerja industri). Kesulitan pertama karena adanya indeterminate, yakni tidak ada titik keseimbangan yang deterministik. Beberapa teori yang diuraikan tadi adalah sekadar ilustrasi bagaimana berbagai teori itu disusun dan dirumuskan dengan asumsi-asumsinya masing-masing. Setiap pengritik, akan melihat bahwa kelemahan-kelemahan teori itu terletak pada asumsi-asumsinya. Para ahli organisasi industri bertolak dari struktur telah mencoba melakukan kajian tentang perilaku industri oligopoli yang kolusif, yakni model pimpinan harga. Hal ini pun masih dibagi lagi atas tiga tipe, yakni tipe yang mempunyai biaya rendah, perusahaan yang dominan, dan barometrik. Teori ini menganggap bahwa perusahaan yang berskala besar mengetahui seluruh biaya perusahaan dan permintaan pasar. Semakin rendah tingkat harga semakin besar bagian kebutuhan pasar yang dapat dipasok oleh perusahaan yang berskala besar.



Faktor-faktor Penyebab terbentuknya Pasar Oligopoli
a. Efisiensi Skala Besar
Efisiensi skala besar di dalam efisiensi teknis (teknologi) dan efisiensi ekonomi (biaya produksi). Profit hanya bisa tercipta apabila perusahaan mampu mencapai tingkat efisiensi. Efisiensi teknis menyangkut pada penggunaan teknologi dalam proses produksi. Kemampuan produsen dalam menempatkan sumber daya secara optimal. Efisiensi ekonomi menyangkut pada biaya produksi. Bagaimana mengatur biaya pada komposisi yang tepat sehingga harga yang dipasarkan merupakan harga yang bisa diterima pasar dan produsen.  Kompleksitas manajemen (tingkat kerumitan). Tingkat kerumitan dalam manajemen pengelolaan di suatu perusahaan. Dalam dunia nyata, perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri mobil, semen, kertas, pupuk, dan peralatan mesin, umumnya berstruktur oligopoly Tekhnologi padat modal (capital intensive) yang dibutuhkan dalam proses produksi menyebabkan efisiensi (biaya rata-rata minimum) baru tercapai bila output diproduksi dalam skala sangat besar. Keadaan diatas merupakan hambatan untuk masuk (barriers to entry) bagi perusahaan pesaing. Tidak mengherankan jika dalam pasar oligopoly hanya terdapat sedikit produsen.
b. Kompleksitas Manajemen
Berbeda dengan tiga struktur pasar lainnya (persaingan sempurna, monopoli,dan pasar monopolistik), struktur pasar oligopoli ditandai dengan kompetisi harga dan non harga. Perusahaan juga harus cermat memperhitungkan setiap keputusan agar tidak menimbulkan reaksi yang merugikan dari perusahaan pesaing. Karena dalam industri oligopoli, kemampuan keungan yang besar saja tidak cukup sebagai modal untuk bertahan dalam industri. Perusahaan juga harus mempunyai kemampuan manajemen yang sangat baik agar mampu bertahan dalam struktur industry yang persaingannya lebih kompleks. Tidak banyak perusahaan yang memilki kemampuan tersebut, sehingga dalam pasar oligopoli akhirnya hanya terdapat sedikit produsen.
2.3  Ciri – Ciri Pasar Oligopoly
a.     Pasar oligopoly hanya terdiri atas sekelompok kecil perusahaan. Dalam pasar oligopoly  terdapat beberapa perusahaan raksasa yang menguasai penjualan dan di samping itu pula terdapat beberapa perusahaan kecil. Para perusahaan raksasa tersebut saling memengaruhi satu sama lain. Sifat ini menyebabkan setiap perusaan harus mengambil keputusan dengan hati-hati dalam mengubah harga, bentuk barang, corak produksi dan sebagainya. Sifat saling memengaruhi (mutual interpendence) ini merupakan sifat khusus dari pasar oligopoli.
b.   Barang yang diproduksi adalah barang  yang standar atau barang yang berbeda corak atau bisa bersifat homogen, dan bisa juga berbeda, namun memenuhi standar tertentu. Barang yang diproduksi pada pasar ini ada kalanya merupakan barang yang standar misalnya pada industry penghasil barang mentah (baja dan aluminium) dan industry bahan baku (semen dan bahan bangunan). Selain itu pada pasar oligopoly juga memproduksi barang yang berbeda corak. Barang yang diproduksi adalah barang akhir seperti industry mobil, industry rokok, industry pesawat terbang, dan lain-lain.
c.    Terdapat banyak pembeli di pasar
Seperti pasar persaingan sempurna, jumlah pembeli di pasar oligopoli sangat banyak.
d.   Hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar. 
Umumnya adalah penjual-penjual (perusahaan) besar yang memiliki modal besar saja (konglomerasi). Karena ada ketergantungan dalam perusahaan tersebut untuk saling menunjang. Contoh: bakrie group memiliki pertambangan, property, dan perusahaan telefon seluler (esia)
e.  Adanya hambatan bagi pesaing baru.
Perusahaan yang telah lama dan memiliki pangsa pasar besar akan memainkan peranan untuk menghambat perusahaan yang baru masuk ke dalam pasar oligopoly tersebut.
f.  Adanya saling ketergantungan antar perusahaan (produsen).
h.  Advertensi (periklanan) sangat penting dan intensif.
     Untuk menciptakan brand image, menarik market share dan mencegah pesaing baru. Dalam pasar ini peran iklan sangat membantu peusahaan dagang karena iklan dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat atau calon pembeli, oleh karena itu iklan terbukti ampuh dalam menarik perhatian calon pembeli yang ingin memilih barang-barang , dengan mudah perusahaan membuat iklan tentang produknya dengan keunggulan -keunggulan produknya dibanding produk perusahaan lain atau perusahaan pesaing.
i.  Sulit Dimasuki Perusahaan Baru
Dalam pasar oligopoli ini mengapa dikatakan sulit dimasuki oleh perusahaan baru, karena image dari perusahaan yang sudah lama terbangun lebih kuat dengan pembeli di banding perusahaan yang baru muncul  yang menawarkan barang yang sama namun pembeli atau konsumen tidak tau kualitas dari barang-barang yang dijual perusahaan baru tersebut.
j.   Harga Jual Tidak Mudah Berubah 
 Dalam pasar oligopoli ini harga yang keluar tidak cepat naik atau turun, bisa dikatakan harga selalu stabil dan tidak mudah berubah, mungkin saja karena penjualan yang stabil terhadap suatu produk yang diluncurkan oleh suatu perusahaan sudah cukup menghasilkan keuntungan, namun apa bila tiba-tiba harga naik otomatis pembeli akan berfikir kembali untuk membeli produk ini dan bisa jadi pembeli beralih pada produk perusahaan lainya yang menjual varian yang sama namu harga lebih murah dengan kualitas yang hampir sama.
2.4  Sifat- sifat pasar oligopoly  :
Ø Harga produk yang dijual relatif sama
Ø Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
Ø Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
Ø Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
2.5  Faktor – Faktor Penghambat Pasar Oligopoli
a. Hak paten yang tidak memungkinkan perusahaan lain memproduksi barang yang sama.  
b. Modal yang di butuhkan terlalu besar, para pengusaha enggan untuk menanggung risiko yang besar.
c. Perusahaan lama telah terkenal sehingga sulit untuk tersaingi sehingga menimbulkan risiko yang besar bagi perusahaan baru.
d. Skala Ekonomis
Perusahaan yang telah lama berproduksi dan beroperasi relatif lebih memiliki kesempatan untuk menikmati skala ekonomis, karena untuk memperbesar produksinya perusahaan tersebut cukup menambah dari produksi yang sudah ada, sehingga sangat memungkinkan untuk menurunkan biaya produksi dan relatif akan mampu menjual produksinya dengan harga yang relatif lebih murah bila dibandingkan para pendatang baru.
e. Ongkos produksi yang berbeda antar perusahaan
Yang dijelaskan diatas adalah ongkos produksi per unt berbeda sebagai akibat dati tingkat (jumlah) produksi berbeda. Di samping itu ongkos produksi dapat pula berbeda pada tingkat produksi yang sama. Biasanya pada setiap tingkat produksi, ongkos produksi per unit yang harus dikeluarkan perusahaan yang baru lebih tinggi dari yang dikeluarkan perusahaan lama. Oleh karenanya perusahaan baru tidak dapat menjual baranganya semurah seperti perusahaan lama. Keadaan ini menghambat kemasukan perusahaan baru. Terdapat banyak faktor yang menimbulkan kecenderungan perpedaan ongkos produksi tersebut.
6  Kelebihan Dan Kelemahan Pasar Oligopoli
a. Kelebihan pasar oligopoli
1. Memberi kebebasan memilih bagi pembeli.
Pasar oligopoli ini sangat memberi kebebasan terhadap pemilihan produk, secara umum pembeli memperkirakan akan lebih baik membeli produk yang mana yang dibutuhkan yang mana yang mampu memenuhhi kebutuhan, jadi para pembeli tidak akan di tawarkan dengan agresif oleh perusahaan dalam pasar ini, namun pembelilah yang menentukan akan membeli produk dari perusahaan mana.
2. Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk.
Dalam pasar Oligopoli ini tentu penelitian - penelitian akan banyak terjadi ,contohnya penelitian tentang minat pembeli yang banyak membeli dari perusahaan lain di banding dengan perusahaan kita , ini merupakan penelitian untuk pengembangan produk yang perusahaan ini miliki agar dapat menarik pembeli dari perusahaan pesaing berkat keunggulan kualitas yang dimiliki.
3. Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual.
Didalam pasar Oligopoli ini kepuasan konsumen atau pembeli sangat berpengaruh karena bisa saja dengan ketidak puasannya seorang pembeli dapat membuat pembeli lain ikut tidak puas dan beralih dengan produk lain dari perusahaan yang lain pula. oleh sebab itu banyak perusahaan bersikap baik dalam halnya pelayanan dan memperhatikan kepuasan pembeli agar pembeli bersikap loyal dan dapat membeli produk perusahaan ini dengan jenjang waktu yang lama.
4. Adanya penerapan teknologi baru
Didalam pasar olihopoli ini penerapan teknologi terbaru sangatlah bermanfaat, jikateknologi yang semakin berkembang tidak diikuti oleh perusahaan bisa jadi pembeli akan membeli produk dari perusahaan lain yang memberi penerapan teknologi terbaru. oleh karena itu penerapan teknologi terbaru dapat memudahkan perusahaan untuk mengembangkan produknya agar lebih di minati.
b. Kelemahan pasar oligopoli
1. Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
Dalam pasar oligopoli ini sering kali terjadi ketimpangan distribusi pendapatan,dimana perusahaan yang besar yang sudah lama berdiri dan banyak sekali peminatnya lebih banyak mendistribusikan produk dagangnya yang mengakibatkan hasil pendapatan yang banyak pula. sedangkan perusahaan yang kurang di minati pembeli otomatis akan mendistribusikan barang dangangnya dalam jumlah yang sedikit dan memperoleh pendapatan yang kecil.
2. Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong  timbulnya inflasi
Didalam pasar oligopoli ini harga sangat bergantung, terkadang harga yang mahal itu menggambarkan kuliatas yang bagus pun belum tentu banyak peminatnya oleh karena itu perusahaan yang bekecimbung di dalam usaha ini sangat jarang menaikan harga, itupun jika naik hanya sedikit dan tidak berpengaruh terhadap minat pembeli sehingga jauh untuk terjadinya inflasi.
3. Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopolis karena semangat bersaing kurang
Didalam pasar oligopoli ini timbul pemborosan akiban biaya produksi yang besar namu pemasukan tidak seimbang ini diakibatkan perusahaan yang kurang peminat bekerjasama dengan perusahaan oligopolis lainnya yang juga kurang peminat untuk bersaing dengan perusahaan pemimpin pasar, mengapa bisa boros? karena biasanya dua perusahaan yang mempunyai satu produk kerjasama akan menimbulkan sedikit penghasilan namun biaya produksi yang sama. akibatnya biaya produksi dan penghasilan perusahaan tersebut goyan dan bisa menyebabkan pemborosan.
4. Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik  faktor produksi
Didalam pasar oligopoli ini timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi , ini dikarenakan minat pembeli yang cenderung memihak terhadap pemimpin pasar yang mengakibatkan faktor produksi perusahaan yang baru memulai eksistensinya kurang minat dari pembeli.
5. Sulit ditembus / dimasuki perusahaan baru
Didalam pasar oligopoli ini sulit untuk perusahaan lain bergabung dalam usaha karena minat pembeli yang tinggi terhadap pimpinan pasar sehingga sangat sulit untuk perusahaan baru untuk berkembang karena kurangnya peminat dari pembeli
6. Bisa berkembang ke arah monopoli perusahaan dalam pasar oligopoly
Didalam  pasar oligopoli ini bisa berkembang kearah monopoli jika sudah tidak ada yang mampu bersaing dengan pemimpin pasar, ini mengebabkan monopoli perusahaan ini berlanjut dengan menyaingin produk barang lainnya yang belum perusahaan ini kuasai. perusaaan ini berkemungkinan menyaring banyak pembeli karena produk yang lama sudah banyak peminat dan jika perusahaan ini menonopoli produknya sama dengan produk lain yang banyak di minati pembeli ,boleh jadi dengan produk terbarunya perusahaan ini dengan mudah menyaingi perusahaan lama lainnya yang memiliki produk yang belum di miliki oleh perusahaan ini.
2.7 Macam – Macam Pasar  Oligopoli
a.    Oligopoli murni adalah menjual barang yang homogen. Biasanya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan  mentah atau merupakan praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan merupakan barang yang bersifat identik
b. Oligopoli  Diferensial adalah   menjual barang berbeda corak. Barang   seperti itu umumnya adalah barang akhir atau merupakan suatu bentuk praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan dapat dibedakan.
2.8  Hubungan Antara Perusahaan-perusahaan Dalam Pasar Oligopoli
a. Oligopoli dengan kesepakatan (Collusive Oligopoly)
 Kesepakatan antara perusahaan dalam pasar oligopoli biasanya berupa kesepakatan harga dan produksi (kesepakatan ini kadang disebut sebagai “kolusi” atau “kartel”) dengan tujuan menghindari perang harga yang akan membawa kerugian bagi masing-masing perusahaan pada kondisi tertentu (contoh adalah kesepakatan produksi dan harga pada OPEC). Bentuk persepakatan ini biasanya mengatur tentang banyaknya jumlah produksi yang boleh dihasilkan oleh masing-masing perusahaan berikut dengan harganya yang sama juga. Kesepakatan dalam jumlah produksi dapat berupa pembagian secara merata, yaitu pembagian produksi yang didasarkan pada banyaknya jumlah permintaan efektif di pasar terhadap jumlah perusahaan yang menghasilkan produk yang sama
b.   Oligopoli tanpa kesepakatan (Non Collusive Oligopoly)
Persaingan antar perusahaan dalam pasar oligopoli biasanya berupa perbedaan harga dan jumlah produk yang dihasilkan. Perbedaan harga dan jumlah produksi (bisa saling berhubungan positif timbal balik) dilakukan dalam rangka ingin mendapatkan jumlah pembeli yang lebih banyak dari sebelumnya (dari pesaingnya). Terdapat beberapa hal yang mungkin terjadi dalam pasar persaingan ini sehubungan dengan tingkat harga dan jumlah produksi (produk yang dihasilkan relatif sama) yaitu sebagai berikut :
1)   Bila terdapat satu perusahaan yang mencoba memperbanyak jumlah produksinya agar harga jual produknya relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya, maka biasanya langkah ini akan diikuti oleh pesaing dengan menurunkan harga jual produknya
2)   Bila satu perusahaan mulai menurunkan harga jual produknya tanpa menambah jumlah produksinya dengan maksud untuk menguasai pangsa pasar, maka langkahnya akan diikuti oleh perusahaan lain, baik dengan cara menurunkan harganya semata atau menurunkan harga dengan cara menjual lebih banyak produknya di pasar.
3)   Bila satu perusahaan menaikkan harga jual produknya, baik dengan cara langsung pada
penurunan harga ataupun dengan cara mengurangi jumlah produksinya, maka perusahaan lain relatif tidak akan mengikutinya.
2.9 Contoh yang Berhubungan dengan Pasar Oligopoli
Industrusi transportasi udara dan TELKOM mewarisi struktur pasar monopoli-oligopoli. Kedua industri ini sangat padat moral, sehingga di masa lalu negara mengambil inisiatif dengan memprakarsai lebih dulu melalui pembentukan BUMN. Tetapi lambat laun swasta mulai masuk ke dalam pasar tersebut sehingga semakin banyak pesaing-pesaing baru yang terlibat.
Industri transportasi udara telah berhasil melakukan transformasi dari pasar monopoli menjadi pasar yang bersaing dengan tekanan pasar yang memaksa terjadinya efisiensi. Akhirnya konsumen memperoleh manfaat yang besar karena biaya transportasi udara semakin murah.
Tetapi industri telekomunikasi belum berhasil melakukan transformasi seperti itu. Telkom di dalam pasar telekomuniasi masih sangat dominan sehingga mekanisme persaingan yang sehat masih belum sepenuhnya terwujud dengan baik. Struktur pasar seperti ini masih menjadi kendala bagi efisiensi pelaku didalamnya dan masih belum berhasil menurunkan tarif telepon sampai setara dengan negara-negara lainnya. Sebagai contoh, ketika kita berada di negara AS, Australia, atau Eropa dan iseng menelepon ke Jakarta, maka carilah kartu telepon internasional. Kita dapat menelepon ke Jakarta sampai kuping panas dengan tarif sangat murah, hanya beberapa dolar saja. Ini terjadi karena pasar dibuka dan ditransformasikan menjadi pasar yang lebih bersaing dengan banyak pelaku-pelaku pasar di dalamnya.
Telkom dalam waktu cepat atau lambat akan mengalami tekanan dari publik, konsumen, media dan parlemen untuk masuk ke dalam pasar yang lebih bersaing secara sehat. Pasar telekomunikasi seluler masih bersifat oligopolis dengan tarif yang sangat mahal. Lambat laun produk-produk teknologi baru dalam bidang komunikasi ternyata memberi tekanan pada persaingan yang lebih dan semakin terbuka luas. Produk Flexi, Esia dan sejenisnya mulai memberi tekanan pada pasar seluler sehingga membuat banyak item biaya yang dikurangi. Pulsa untuk internet yang mahal mulai mendapat tekanan yang kuat dari produk-produk GPRS, yang memberikan tarif cukup murah untuk pemakai layanan internet. Jadi, dengan teknologi dan informasi yang semakin terbuka, konsumen dan masyarakat luas akan semakin mendapat akses yang lebih banyak pada pasar telekomunikasi. Pada gilirannya, harga pulsa telepon akan lebih murah. Contoh lainnya adalah masuknya Petronas dan Shell membuat praktek monopoli penjualan BBM di Indonesia berakhir. Pertamina kini memiliki pesaing. Untuk mempertahankan pasarnya Pertaminan harus dapat meningkatkan daya saing dengan melakukan inovasi, efisiensi dan efektivitas dalam kegiatan usahanya.